Sabtu, 26 November 2016
Menyelami Perjalanan Rasa
星期天,2016年 11月 27日。
Ku ambil segenggam rasa, lalu ku biarkan iya membelah.
Biarkan jumlahnya bertambah hingga tak terhingga.
Di tiap titik rasa itu, ku letakkan rindu.
Tak sengaja ku tinggalkan pula risau.
Adakah yang mampu hadir untukku, yang kini telah muak dengan kemilau maksiat yang merayu-rayu.
Aku suka, tapi pada siapa.
Jauh di ujung samudera cinta, ia tak ada cinta.
Permukaan laut meninggi seiring dengan deras tangisku.
Pasrah namun yakin dan setia padaNya.
Aku merancang, namun lupa berserah
Seakan apapun bisa terjadi.
Aku siapa, harus bagaimana.
Tak ada yang kuinginkan selain ridoNya.
Kuputar rantai nestapa di keramaian.
Topeng yang tebal siap menerjang kekhawatiran orang.
Untaian kata dilapis senyum tipis penuh kasih, sebetulnya penuh haru.
Alam menyaring hati-hati yang hadir.
Terseleksi dengan cantik,
Tuhan hadirkan makhluk yang bernama sahabat.
Aku di tengah semua ini, harusnya tak hanya meratap.
Nikmat bertumpah-ruah seakan tamparan cinta.
Matahari mulai naik, setir digenggam kedua tangan seorang lelaki yang mengharap dapat membawa sesuatu yang membahagiakan anak istri.
Aku memandang ke depan, memaksa melihat realita di luar, agar tak mati terpuruk pada kerisauan sendiri.
Ya, inilah kenyataan. Ada gelas kaca di atas meja, ada pula cangkir nan retak.
Tak saling menyapa, senggang.
Aku sedih, belum bisa merangkai mimpi untuk mereka.
Impianku dulu yakni mendukung impian suami.
Salahkah aku ingin menjadi istri yang baik.
Salahkah aku begitu yakin,
Tuhanku tersayang menghadiahkan jaminan rezeki bagi dua pemuda yang menikah demi menghindari maksiat. Oh, aku begitu sayang Tuhanku.
Silahkan marah, silahkan diam.
Aku pun menangis kala tahu ini memberi rasa sakit yang mendalam.
Atau mungkin memancing amarah yang dahsyat.
Tapi, yang kuinginkan ia bahagia, di manapun, dengan siapapun itu.
Kala dua hati bersatu, ada hati-hati lain yang terluka. Itu cerita lama, namun baru bagiku untuk dirasa.
我还希望他,总要希望。
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar